Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan UMM Berprestasi Dapat Reward Naik Haji

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Ingin pergi haji gratis? Gampang, langsung saja daftar sebagai mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang  (EP UMM).  PIC Humas Prodi EP UMM,   Muhammad Firmansyah, SE, ME, menjelaskan karena Prodi EP UMM mempunyai program magang untuk kelas professional Center of Exellence (CoE) Perbankan dan Fintech Syariah  bersama mitra dunia kerja industri Bank Muamalat. Nah, atas program ini pula salah satu mahasiswa EP UMM angkatan 2020 atas nama Asilah Eka Putri, SE, mendapat reward atau penghargaan dari Bank Muamalat Malang karena selama magang meraih poin prestasi di bidang Brand Sales Officer (BSO). Menurut Firman, selama magang di Bank Muamalat mahasiswa Asilah mendapatkan pendampingan atau mentor magang bernama Ni Made Ferta Kurniawati yang memberikan cara bagaimana meraih nasabah baru untuk membuka rekening di Bank Muamalat Malang. Hasilnya? Tandas Firman, bahwa Asilah mengomperasikan ilmu yang diterima selama kuliah di EP UMM dengan wawasan taktis saat magang di Bank Muamalat yang membuahkan poin prestasi selama magang. Atas pencapaian tersebut Asilah mendapatkan reward Poin Haji plus mendapat tawaran kerja di Bank Muamalat di bagian BSO. Kabar baik ini, langsung disampaikan oleh Kepala Cabang Bank Muamalat Malang, Rista Puji Kasprianti, kepada Kaprodi EP UMM, Mohammad Sri Wahyudi Suliswanto, SE, ME. Sekedar diketahui, tambah Firman, kelas professional CoE Perbankan dan Fintech Syariah  Prodi EP UMM bersama Bank Muamalat program MIKO (Muamalat Indonesia Kompeten). Program MIKO adalah satu dari banyak program yang dimiliki Muamalat Institue bertujuan memberikan pembelajaran di bidang industri Perbankan Syariah.  

Karya Dosen-Mahasiswa EP UMM Kolaborasi Dosen University Vietnam, Raih Platinum Paper Winner ICBAE

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – The 4th International Conference On Business, Accounting and Economics (ICBAE) di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tanggal 14/8 kemarin, Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (EP UMM) meraih sejumlah prestasi. Diantaranya karya paper dosen, mahasiswa EP UMM yang berkolaborasi dengan dosen asal Universitas Vietnam. Menurut PIC Humas Prodi EP UMM, Muhammad Firmansyah, ME, prestasi Platinum Paper Winner tersebut diberikan kepada Ahmad Fayaz Naziry (mahasiswa internasional EP UMM asal Afghanistan) dan Happy Febrina Hariyani (dosen EP UMM pernah mengajar  di Poznan University Polandia), serta Dr. Tran Thai Ha Nguyen (Van Lang University Vietnam). Paper hasi riset mereka, lanjut Firman berjudul The Effect Of Circular Economy and Environmental Sustainability on Economy Growth: A Bibliometric Analysis. Penelitian ini mengeksplorasi dampak dari ekonomi sirkular dan  kelestarian lingkungan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui SLR. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama. Meneliti bagaimana ekonomi sirkular dan kelestarian lingkungan saling terhubung dan berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi. Temuan ini mengungkapkan meningkatnya perhatian terhadap topik ini di tingkat atas seperti sumber daya, konservasi, dan daur ulang, kebijakan dan penelitian sumber daya berdasarkan demografi. Tiga negara yang memberikan kontribusi terbesar dalam bidang ekonomi sirkular dan kelestarian lingkungan serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi adalah Tiongkok, Inggris. Penelitian ini berkontribusi pada dunia akademis dari dua perspektif. Pertama dengan mengkaji penerapan CE dan ES mengenai pertumbuhan ekonomi dan memberikan wawasan berharga mengenai pengetahuan yang ada, sedangkan perspektif kedua dengan mengusulkan kerangka kerja.  

ICBAE, Riset Kaprodi EP UMM Raih Silver Paper Winner

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Kaprodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang, (EP FEB UMM), Muhammad Sri Wahyudi Suliswanto, SE, ME, meraih prestasi dalam event internasional bertajuk The 4th International Conference On Business, Accounting and Economics (ICBAE) di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Prestasi tersebut dijelaskan PIC Humas EP UMM, Muhammad Firmansyah, ME, bahwa karya paper Kaprodi EP UMM – Muhammad Sri Wahyudi Suliswanto- meraih Silver Paper Winner. Karya paper dimaksud sesuai topik membahas Finance Digitalization and Sustainable Business: Shaping The Future of The Economy. Prestasi ini tertuang dalam sertifikat No. C.9-II/907-S.Ket/ICBAE/FEB/VIII/2024. Menurut Firman garis besar paper karya Kaprodi EP UMM Muhammad Sri Wahyudi Suliswanto tentang digitalisasi keuangan dan bisnis membentuk masa depan perekonomian. Hal ini dikaitkan dengan pengaruh teknologi terhadap pembangunan kualitas sumber daya manusia di Indonesia khususnya di setiap provinsi. Paper hasil riset mempunyai tujuan untuk mengeksplorasi pengembangan teknologi dan informasi terhadap pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Penelitian ini menggunakan indeks TIK untuk mewakili Pembangunan TIK dan HDI untuk mewakili pembangunan sumber daya manusia. Selain itu, penelitian ini juga menetapkan FDI dan investasi domestik sebagai variabel kontrol. Data yang digunakan adalah data panel dari provinsi-provinsi di Indonesia selama periode 2017-2023. Melalui regresi data panel, menggunakan variabel dummy L-cast square (LSDV). Penelitian ini menunjukkan bahwa TIK dan investasi domestik berdampak positif dan signifikan terhadap pembangunan sumber daya manusia, sedangkan FDI tidak signifikan secara negatif.  

Berderet Prestasi Internasional, Prodi Ekonomi Pembangunan UMM Raih Akreditasi Unggul

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Saat asessmen lapangan oleh tim Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi (LAMEMBA) di Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (EP FEB UMM), mengapresiasi program internasionalisasi EP UMM yang sarat prestasi. Atas dasar inilah, PIC Humas Prodi EP UMM, Muhammad Firmansyah, ME, menyebutkan salah satu pertimbangan keputusan SK LAMEMBA Nomor: 1075/DE/A.5/AR.10/III/2024, memutuskan Prodi EP UMM meraih Akreditasi Unggul. Capaian akreditasi Unggul ini memang tidak mudah terkait sembilan poin asessmen lapangan khususnya prestasi internasional. Firman lantas menyebutkan pada poin ke-mahasiswaan, LAMEMBA menemukan internasionalisasi Prodi EP UMM banyak mahasiswa aktif maupun alumni yang go internasional. Diantaranya mahasiswa magang di PGC Malaysia. Berikutnya,  mahasiswa EP UMM  sebagai relawan mengajar di Polandia, alumni EP UMM asal Afrika ketika lulus langsung diterima kerja di Bank of Africa, mahasiswa EP UMM asal Afghanistan juga magang kerja di negara Canada, pertukaran mahasiswa EP UMM program METU Awardee ke Turki, alumni EP UMM program magister di Universitas Bartin, Turki, dan alumni EP UMM  juga prestasi mewakili Indonesia di forum PBB. Sementara pada poin Tri Dharma Perguruan Tinggi terdapat prestasi riset kolaborasi antara dosen-mahasiswa EP UMM bersama guru besar WSB University  Polandia tentang pengangguran dan ekonomi. Bahkan riset ini tembus jurnal Sinta 3 Internasional IJEDR (International Journal of Economics Development Research).   EP UMM juga mengirimkan mahasiswa pengabdian masyarakat di Malaysia, serta penelitian dosen EP UMM bersama dosen Universiti Kebangsaan Malaysia tentang green tax. Prestasi internasional lainnya, tambah Firman, dosen EP UMM atas nama Dr. Sri Budi Cantika Yuli, SE, MM, meraih award Women Researcher Award di 7th Edition of International Research Awards on Global Business, Economics, Finance and Social Sciences versi ScienceFather.  Serta Prodi EP UMM sambut kerja sama dengan Van Lang University Vietnam. Pengabdian masyarakat internasional juga dilakukan antara dosen EP UMM bersama Ungku Aziz Centre (UAC) for Development Studies, Universiti Malaya. Termasuk pengabdian dosen EP UMM di Kuala Lumpur dan Penang Malaysia. Setelah mendapat akreditasi unggul, tandas Firman, Prodi EP UMM harus terus melakukan pemantauan dan perbaikan berkelanjutan untuk mempertahankan atau meningkatkan kualitas lembaga.        

Prodi Ekonomi Pembangunan UMM Raih Akreditasi Unggul LAMEMBA

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (EP FEB UMM) sukses meraih capaian baru (14/3). Kabar baik tersebut disampaikan  Sekretaris Prodi EP UMM, Setyo Wahyu Sulistyono, SE, ME, bahwa Prodi EP UMM meraih akreditasi Unggul melalui turunnya Surat Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi (LAMEMBA) Nomor: 1075/DE/A.5/AR.10/III/2024. Menurut Setyo –begitu Setyo Wahyu Sulistyono disapa- hasil akreditasi tersebut akan berlaku selama lima tahun terhitung sejak 8 Maret 2024 hingga 8 Maret 2029 mendatang. Setelah mendapat akreditasi, prodi harus terus melakukan pemantauan dan perbaikan berkelanjutan untuk mempertahankan atau meningkatkan kualitas lembaga. Selain itu juga harus bersiap diri mengajukan reakreditasi setelah dua tahun berikutnya. “Kita dapat melihat bahwa persiapan untuk LAMEMBA melibatkan serangkaian langkah yang harus dilakukan selama beberapa tahun. Proses ini memerlukan komitmen dan kerja keras dari seluruh komponen perguruan tinggi untuk memastikan bahwa standar yang ditetapkan oleh LAMEMBA dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Setyo. Ada sembilan indikator penilaian yang dilakukan LAMEMBA, yakni pertama visi, misi, tujuan, dan strategi. Kedua tata pamong, tata kelola, dan kerjasama. Ketiga mahasiswa. Ke empat sumber daya manusia. Berikutnya ke lima keuangan, sarana, dan prasarana. Ke enam kurikulum. Ketujuh penelitian. Ke delapan pengabdian kepada masyarakat, dan  terakhir poin ke sembilan luaran dan capaian tri dharma. Kata Setyo tim asesor LAMEMBA yang bertugas menilai adalah Dr. Evi Gravitiani, SE, M.Si dan Dr. Taosige Wau SE, M.Si. Proses assesmen lapangan dilakukan pada tanggal 30-31 Januari lalu. Rangkaian kegiatan pada hari pertama meliputi pemeriksaan kesesuaian dokumen yang dikirim dengan data di lapangan. Mulai dari pimpinan UPPS, kaprodi, dosen, mahasiswa, hingga alumni serta mitra diwawancara secara keseluruhan. Masing-masing mendapat pertanyaan sesuai kebutuhan asesor. Beralih di hari kedua, panel asesor memeriksa kembali terkait fasilitas pembelajaran, proses belajar mengajar, ruang kerja dosen-karyawan, dan fasilitas umum lainnya. Pada intinya asesor bertanggung jawab memastikan proses akreditasi dilakukan secara obyektif dan profesional. “Melalui evaluasi yang teliti dan komprehensif, asesor membantu memastikan bahwa standar mutu pendidikan tinggi dapat terjaga dan ditingkatkan. Dengan hasil yang ditunjukan membuktikan bahwa EP UMM memenuhi persyaratan akreditasi unggul LAMEMBA,” closing Setyo.        

Dosen EP UMM-Universiti Kebangsaan Malaysia Kolaborasi Riset Green Tax

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (EP UMM) melakukan kolaborasi riset dengan kampus internasional sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang ekonomi. Menurut perwakilan tim riset EP UMM, Fitri Rusdianasari, SE, M.Si, kolaborasi dosen EP UMM tersebut bersama dosen di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) atas nama Dr. Syajarul Imma Mohd Amin. Dr. Syajarul Imma Mohd Amin merupakan salah satu dosen senior di UKM. sementara tim riset EP UMM selain dirinya juga ada dua dosen lain atas nama Muhammad Khorul Fuddin, SE, ME, dan Mochmamad Rofik, M.Pd. “Kami fokus penelitian tentang Green Economy, kami menyoroti terkait green tax atau pajak serta bagaimana dampaknya,” ujar Fitri. Secara umum, Fitri menjelaskan kolaborasi riset yang dijalankan. penelitian tersebut difokuskan pada green tax yang dapat kontributif mengurangi produksi karbon dan mendorong transisi energi terbarukan. Bagaimana adanya pajak hijau itu bisa membantu mendorong adanya transisi energi menuju energi terbarukan dan mengurangi produksi karbon. Urgensi dari penelitian tersebut adalah pada penerapan dari salah satu poin Sustainable Development Goals (SDGs) tentang bagaimana negara melakukan transisi energi dari energi lama (fosil) ke energi terbarukan yang ramah lingkungan. Banyak hal yang perlu diungkap dalam penelitian ini. Seperti pada kebutuhan biaya yang besar, investasi hijau, dan obligasi hijau. Namun untuk saat ini penelitian difokuskan hanya pada pajaknya. Saat ini proses dari kolaborasi riset sudah mencapai tahap pengolahan data dan analisis. Masih membutuhkan beberapa waktu untuk menemukan kesimpulan penelitian dan rekomendasi kebijakan yang kontributif untuk mendorong transisi energi. Bahkan beberapa topik juga akan dipecah lagi tentang bagaimana green tax di masing-masing sektor. Sebagai tambahan, kata Fitri, peneltian ini mengambil sampel riset dilakukan di klaster developing countries dan developed countries.