Raih Predikat Unggul, Prodi Ekonomi Pembangunan UMM Jujukan Bechmarking EP UAD

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (EP UMM) kembali menjadi objek studi banding bechmarking atas prestasi yang diraih selama ini sebagai program studi Unggul Lamemba. Hal ini dijelaskan PIC Humas EP UMM, Muhammad Firmansyah, SE, ME, kemarin. Menurut Firman studi banding ke Prodi EP UMM tersebut tertuang dalam surat Prodi Ekonomi Pembangunan (EP) Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Nomor Lampiran Perihal : PSI0/0I/D.00/1/2025 : tentang Permohonan Studi Banding Bechmarking. Dalam surat dimaksud materi bechmarking terkait penjamin mutu prodi dan kurikulum internasional di Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ahmad Dahlan. Berdasarkan hal ini Prodi EP FEB UAD bermaksud melaksanakan studi banding Akreditasi Lamemba ke Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah mendapat predikat Unggul. Saat studi banding tim Prodi EP UAD, kata Firman terdiri empat orang atas nama Rifki Khoirudin (Kaprodi EP UAD), Mahrus Lutfi Adi Kurniawan (Kepala Lab. EP UAD), Firsty Ramadhona Amalia Lubis (Sekprodi EP UAD), dan Gea Dwi Asmara. Mereka saat berada di Prodi Ekonomi Pembangunan UMM disambut langsung Kaprodi Ekonomi Pembangunan UMM, Muhammad Sri Wahyudi, SE, ME, PhD, dan Kepala Laboratorium (Kalab) EP UMM, Hendra Kusuma, SE, MSE, serta didampingi sejumlah dosen.

KADIN Jatim-FEB UMM Dukung Kebijakan Cukai Hasil Tembakau Berimbang

TABLOIDMATAHATI.COM, SURABAYA – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur bersama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah merampungkan kajian rekomendasi kebijakan kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) untuk optimalisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Hasil kajian tersebut menekankan pentingnya penentuan kebijakan CHT dengan mempertimbangkan keseimbangan berbagai aspek, seperti kontribusi industri hasil tembakau (IHT) terhadap perekonomian nasional dan daerah, tenaga kerja, rokok ilegal, maupun kesehatan masyarakat. Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, diharapkan tercapai kebijakan yang berimbang dan berdampak positif bagi pembangunan daerah melalui alokasi DBHCHT. Ketua Umum KADIN Jawa Timur Adik Dwi Putranto menyampaikan bahwa IHT adalah salah satu industri penting dengan kontribusi yang signifikan. Tidak hanya di tingkat nasional, melainkan juga bagi daerah-daerah seperti Jawa Timur. “Pembangunan di Jawa Timur tidak dapat dilepaskan dari IHT. Kontribusinya mencapai 33% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Di sisi lain, Jawa Timur juga merupakan kontributor utama penerimaan CHT secara nasional dengan kontribusi hingga 60%,” kata Adik. Adik menambahkan, Jawa Timur adalah salah satu sentra produk tembakau di Indonesia. Di samping kontribusinya terhadap penerimaan cukai nasional, pelaku industri di Jawa Timur menyerap 40% tenaga kerja langsung dari sektor IHT skala nasional. Dengan keterkaitan erat ini, Adik memberikan apresiasi secara khusus kepada Pemerintah, utamanya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan yang menetapkan tidak ada kenaikan tarif CHT untuk tahun 2025. “Kami berterima kasih kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atas keputusan tidak menaikkan tarif tahun depan. Kami yakin, kebijakan ini akan mendorong optimalisasi DBHCHT yang dapat mendukung pembangunan Jawa Timur. Namun, mengingat saat ini IHT tengah mengalami berbagai tekanan, kami berpandangan bahwa kebijakan ke depannya memerlukan kajian mendalam untuk memastikan keberlangsungan industri,” ujarnya. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M. turut menegaskan pentingnya DBHCHT bagi Jawa Timur. Menurutnya, Jawa Timur secara konsisten selalu menjadi provinsi dengan alokasi DBHCHT terbesar secara nasional. “Akan tetapi, DBHCHT yang diterima Jawa Timur pada tahun 2024 ini mengalami penurunan drastis hingga mencapai sekitar 10%. Kami meyakini hal ini terjadi seiring dengan turunnya penerimaan CHT secara nasional pada tahun 2023 akibat kenaikan tarif yang tinggi secara berturut-turut,” kata Idah. Berdasarkan kesimpulan ini, ia berpandangan bahwa optimalisasi DBHCHT dapat dilakukan dengan kebijakan kenaikan tarif CHT yang tepat dan berimbang untuk memicu pertumbuhan penerimaan CHT secara nasional serta alokasi DBHCHT ke daerah. Idah melihat tidak adanya kenaikan tarif CHT untuk tahun 2025 sebagai langkah yang tepat untuk jangka pendek. Kebijakan kenaikan tarif di tahun 2026 dan dalam masa mendatang juga perlu melalui kajian yang berimbang untuk menjaga momentum pemulihan dan pertumbuhan penerimaan CHT dan DBHCT. “Sedangkan untuk jangka panjang tentu dibutuhkan kajian yang lebih mendalam. Universitas Muhammadiyah Malang sebagai institusi akademik siap memberikan dukungan, baik kepada Pemerintah maupun kepada KADIN Jawa Timur agar tercapai kebijakan yang berimbang bagi IHT ke depannya,” sambung Idah.

Prodi Ekonomi Pembangunan UMM Kelola Data Berkualitas, Raih Bhumandala Award

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Kiprah Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (EP FEB UMM) dalam tata kelola data spasial berkualitas memang diakui sangat unggul. Hal ini terbukti dengan beberapa institusi pemerintah seperti BPS memberikan reward kepada Universitas Muhammadiyah Malang. Terbaru masih dalam lingkup tata kelola data, PIC Humas Prodi Ekonomi Pembangunan UMM, Muhammad Firmansyah, SE, ME, menyebutkan Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Bisnis UMM meraih prestasi nasional dalam bentuk penghargaan Rajata (perak), Bhumandala Award 2024 dari Badan Informasi Geospasial (BIG) kategori organisasi/perorangan. Penghargaan ini diterima langsung oleh Dekan FEB UMM, Prof. Dr. Idah Zuhroh, MM. Firman lantas mengungkapkan prestasi yang diterima ini disebabkan lembaga yang telah berkontribusi signifikan dalam mengembangkan dan menerapkan tata kelola data dan Informasi Geospasial (IG) yang berkualitas demi mendukung pembangunan nasional berbasis data yang akurat dan terpercaya. Khususnya kategori Bhumandala Informasi Geospasial Batas Desa/Kelurahan. Sekedar diketahui, tambah Firman bahwa melalui pojok statistik laboratorium Prodi EP UMM sukses bekerja sama dengan BPS Kota Batu dan sejumlah instansi pemerintah lain  mewujudkan Kota Batu Satu Data. Atas dasar sukses inilah, pojok statistik laboratorium Prodi EP UMM banyak meraih penghargaan. Proses pengumpulan data ini melibatkan dosen, dan mahasiswa EP UMM.

Prodi Ekonomi Pembangunan UMM Tetapkan Tujuh Tim Juara Lomba Bisnis Plan Jawa-Bali

Runner Up Bussiness Plan

  TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Panitia lomba Economic Business Plan Competition Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (EP UMM) mengumumkan tujuh tim juara kompetisi tingkat Jawa-Bali tersebut. PIC Humas Prodi EP UMM, Muhammad Firmansyah, SE, ME, mengatakan tujuh tim juara dimaksud juara juara satu diraih tim Indisiche Partij asal SMAN 12 Surabaya. Juara dua dimenangkan tim Siti Bariyah dari SMK Muhammadiyah 1 Sumberejo Bojonegoro. Sedangkan juara tiga diraih tim EartWork asal sekolah SMAN Bali Mandara. Berikutnya, kata Firman, juara harapan satu diraih tim Ocean Flav asal SMAN 1 Manyar. Juara harapan dua dimenangkan tim The Box Kriuks dari SMA Muhammadiyah 2 Kertosono, Nganjuk. Sementara juara harapan tiga diraih Tim Juara asal SMA 1 Babat, Lamongan. Sementara juara favorit diterima tim Makoba asal MAN Kota Batu.   Menurut Firman, Economic Business Plan Competition Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang, merupakan kompetisi tahunan Prodi EP UMM. Tujuan kompetisi ini selain melatih jiwa entreprenenur pelajar sekaligus mengenalkan Prodi EP UMM, sebagai salah satu pilihan pendidikan bidang entrepreneur yang memiliki prospek masa depan cemerlang.

Empat Belas Tim Lolos Final Kompetisi Bisnis Plan Prodi EP UMM

Menurut Rafi -begitu Muhammad Rafi Putra Zulkarnain disapa- kemarin (14/12) tujuh tim sudah melakukan presentasi bisnis plan kepada dewan juri. Sedangkan hari ini (15/12) akan ada tujuh tim lagi melakukan presentasi. Hasil presentasinya akan dinilai dewan juri diantaranya terkait bagaimana bisnis plan yang dibuat bisa direalisasikan, menonjolkan sebuah produk, analisis produksi, serta inovasinya. Rafi melanjutkan tujuh tim yang sudah presentasi Sabtu 14 Desember 2024 tim ⁠Ahmad Dahlan, ⁠The bog kriuks, ⁠Ocean flav, ⁠Corise team,⁠ ⁠Siti Bariyah, ⁠Team Juara, ⁠dan Nyi Walidah. Sementara tujuh tim tampil Minggu 15 Desember 2024, yakni Sigma, Indische Partij, ⁠Earthworks, ⁠Makoba, ⁠Cleopatra, Kuntilanak Gaul, dan ⁠Hobby Eat Team. “Mereka ini kata Rafi akan memperebutkan juara satu, dua dan tiga. Juara harapan satu, dua dan tiga, serta juara favorit video terbaik,” ujar Rafi.  

Prodi EP FEB UMM Seminar Bisnis dan Ekonomi-Serahkan Sertifikat Penghargaan Sejumlah Mitra DUDI

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Jelang akhir tahun 2024 Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (EP FEB UMM) menggelar seminar nasional ekonomi dan bisnis dengan mengusung tema Sinergi Industri Halal dan Industri Kreatif Dalam Akselerasi Perwujudan Indonesia Emas 2045. Menurut PIC Humas EP UMM, Muhammad Firmansyah, ME, sejumlah speakers hadir membahas tema tersebut. Mereka adalah Kaprodi EP UMM, Muhammad Sri Wahyudi Sulistyo Suliswanto, SE, ME, Ph.D, Ketua Komite Tetap KADIN Pemprov Jatim, Dr. Ir. Suryo Widodo, IPU, M.Arch, MM, dan Konten Kreator, Bunga Annisa Lenanta. Selain tiga speaker utama ini, juga Prodi EP UMM juga menghadirkan Welcoming Speech Dekan FEB UMM Prof. Dr. Idah Zuhroh, MM. Seminar berlangsung sukses dengan panduan moderator handal Sekprodi EP UMM, Setyo Wahyu Sulistiyono, SE, ME. Saat Welcoming Speech Dekan FEB UMM Prof. Dr. Idah Zuhroh, MM, memberikan paparan tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dikaitkan dengan pengelolaan APBN. Perubahan  perilaku masyarakat di era global digitalisasi finansial, dan industry halal. Di tempat yang sama,   Ketua Komite Tetap KADIN Pemprov Jatim, Dr. Ir. Suryo Widodo, IPU, M.Arch, MM, secara umum menyampaikan materi optimalisasi industry halal dan kreatif untuk Indonesia Emas 2045 nanti. Definisi dan peran industri halal dan industri kreatif, langkah strategis integrasi indusri halal dan kreatif. Peluang ekonomi industry halal. Tantangan dan solusi mengintegrasikan sektor halal dan kreatif 2045. Berikutnya Konten Kreator, Bunga Annisa Lenanta menjelaskan peran konten creator dalam mewujudkan industri halal dan kreatif di Indonesia Emas 2045. Semua terangkum dalam lima-Si. Yaitu investasi, reputasi, eksistensi, insporasi, dan monetasi. Sedangkan Kaprodi EP UMM, Muhammad Sri Wahyudi Sulistyo Suliswanto, SE, ME, Ph.D, menjelaskan tentang prospek ekonomi dan bisnis khususnya industry halal dan kreatif. Dimulai dari kondisi keterbukaan ekonomi global dimana antara negara satu dan negara lainnya semakin kuat keterkaitannya. Hal ini tentu saja mempengaruhi ekonomi mikro dan makro Indonesia. Termasuk tantangan eksternal dan internal ekonomi nasional. Tantangan eksternal dimaksud seperti pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan stagnan, perang dagang negara adidaya, geopolitik global, dan pasar keuangan global. Sedangkan tantangan ekonomi internal diantaranya, turunnya kelas menengah, inflasi, tax ratio Indonesia, fenomena judol, transisi kepemimpinan pusat dan daerah, serta beban fiskal yang semakin berat. Pembahasan juga terkait perkembangan ekonomi keuangan syariah global menunjukkan besarnya pertumbuhan eks global ke depan. Dimana ekonomi syariah Indonesia menempati posisi cukup kuat di tingkat global. Kebijakan ekonomi dan keuangan syariah  Indonesia seperti industry halal mencakup UMKM, produk ekspor, keuangan dan pendanaan syariah. Industri halal menunjukkan kontribusi usaha yang terus meningkat, meskipun tren ekspor produk halal menurun sementara sertifikasi produk halal meningkat. Menariknya, Muhammad Sri Wahyudi Sulistyo Suliswanto, juga membahas tentang peluang pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Bahkan industry halal Indonesia mampu bersaing di tingkat global, khususnya di bidang kosmetik. Dari paparan ini bisnis ke depan yang prospek  di bidang apa saja. Muhammad Sri Wahyudi Sulistyo Suliswanto menyebutkan prospek dimaksud di bidang industry kreatif, industry halal, bisnis ramah lingkungan, bisnis berbasis komunitas, dan bisnis berbasis teknologi. Sekedar diketahui usai seminar ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Prodi EP UMM memberikan sertifikat penghargaan kepada sejumlah mitra DUDI. Yakni BPRS Artha Sinar Sejahtera Syariah (atas kontribusi aktif dalam bidang fasilitator praktikum mahasiswa Prodi EP UMM), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) atas kontribusi aktif dalam bidang kolaborasi penelitian dosen Prodi EP UMM, CV. Media Mitra Indonesia (MEMINDO) atas kontribusi aktif bidang fasilitas bisnis ekspor. Sertifikat penghargaan juga diberikan kepada Firmansyah Shiddiq Wardhana (Alami Fintech) atas kontribusi aktif dalam bidang praktisi mengajar terbaik, Badan Pusat Statistik Kota Batu atas kontribusi aktif dalam bidang kolaborasi penelitian mahasiswa di Prodi EP UMM, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) atas kontribusi aktif dalam bidang pendidikan kolaborasi pertukaran mahasiswa, PT. Bank Muamalat, Tbk atas kontribusi aktif dalam bidang praktik kerja terbaik, dan Bapelitbangda Kota Batu atas kontribusi aktif dalam bidang pengabdian kepada masyarakat Prodi EP UMM.

Prodi EP UMM Webinar Internasional Bahas Trend-Tantangan Global Fintech Syariah

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (EP FEB UMM) menggelar webinar tentang Islamic Fintech: Global Trend and Challenges. Pelaksanaan webinar ini dijelaskan PIC Humas EP UMM, Muhammad Firmansyah, SE, ME, kemarin. Menurut Firman webinar tersebut dibuka oleh Dekan FEB UMM, Prof. Dr. Idah Zuhroh, dengan keynote speech Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP, IFP, AEPP, QFC, (Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Fintech Syariah Indonesia). Sementara nara sumber Dr. Syajarul Imna Binti Mohd Amin (Dosen FEM Universiti Kebangsaan Malaysia). Mjd Handika Surbakti, M.Si, (Director of Programs and Partnerships The Indonesia Sharia Fintech Association), Novita Ratna Satiti, SE, MM, Ph.D, (Dosen FEB UMM), dan Firda Aksari A, SE, M.Ec.Dev, moderator webinar sekaligus Dosen FEB UMM. Dijelaskan Firman saat memaparkan   materi Dr. Syajarul Imna Binti Mohd Amin menerangkan tentang bagaimana perkembangan fintech di Malaysia mulai kebijakan, system hingga sukses di kancah global.  Ada beberapa faktor bahasan. Diantaranya, perkembangan fintech internasional tahun 2023 hingga 2024 yang diperkirakan tumbuh hingga 17 persen. Negara yang pertumbuhan fintechnya teratas, Arab Saudi, Iran, Malaysia, Uni Emirat Arab, Inmdonesia dan Kuwait. Selain itu juga membahas tentang perkembangan fintech peluang ke depan serta sistemnya. Termasuk hambatan dan sektor utamanya. Menariknya, Firman mengungkapkan bagaimana  Dr. Syajarul Imna Binti Mohd Amin menyebutkan perkembangan fintech di Malaysia yang tumbuh secara pesat. Sementara itu, Novita Ratna Satiti, SE, MM, Pg.D, (Dosen FEB UMM), menjelaskan tentang kunci sukses fintech syariah. Ada enam hal yang harus diperhatikan. Yakni melayani masyarakat muslim yang masih belum menggunakan perbankan, praktek keuangan insklusif-etis, menguatkan UMKM, literasi keuangan, penyaluran zakat wakaf dan shadaqah, serta mendukung peraturan dan  Pembangunan. Selanjutnya Novita Ratna Satiti juga menekankan pentingnya literasi keuangan dan teknologi, termasuk perkembangan literasi keunagan di Indonesia. Tiga tantangan yang dihadapi  dalam literasi keuangan. Termasuk memaparkan studi kasus keuangan di Indonesia dan di berbagai negara. Itu sebabnya, Novita Ratna Satiti juga meberikan gagasan tentang strategi untuk meningkatkan literasi yang mencakup dua hal yaitu secara akademi dan industri (realitas implementasinya). Penggunaan teknologi dalam literasi keuangan, untuk mempermudah penerapan literasi keuangan di realitas market global.

Economic Business Plan Competition Ekonomi Pembangunan UMM Disambut Antusias Peserta Jawa-Bali

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG –  Kompetisi tahunan Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (EP UMM) berlabel   Economic Business Plan Competition 2024 Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang, sudah dibuka pendaftaran langsung diserbu peserta di wilayah Jawa dan Bali. Ketua Panitia Kompetisi Bisnis Plan Ekonomi EP UMM,  Muhammad Rafi Putra Zulkarnain disapa Rafi, mengungkapkan kegiatan 15 Desember 2024 ini ternyata disambut antusias oleh peserta dari berbagai kabupaten/kota Indonesia. Setidaknya sudah ada sepuluh tim yang sudah mendaftar sebagai peserta serta belasan tim masih proses komunikasi sebagai bakal calon peserta. Diantara tim yang sudah mendaftar yaitu, SMA Negeri 1 Tabanan, SMA Muhammadiyah 2 Kertosono Nganjuk, SMA Negeri Bali Mandara, MAN Kota Batu, SMA Negeri 1 Babat Lamongan, SMK Muhammadiyah 1 Sumberejo Bojonegoro, dan SMA Negeri 12 Surabaya. “Jumlah peserta insyaAllah masih terus bertambah,” ujar Rafi. Dijelaskan Rafi tema besarnya Economic Business Plan Competition 2024 – Build a Spirit of Enterpreneurship Based on Technology. Sementara sub tema teknologi, jasa, kuliner, produk halal, dan sociopreneur. Menariknya, tim yang memperoleh juara 1 mendapatkan sertifikat peserta, sertif juara, vandel, uang pembinaan Rp. 3.000.000, golden tiket prodi EP UMM. Juara 2 memperoleh sertif peserta, sertif juara, vandel, uang pembinaan Rp. 2.500.000, dan golden tiket prodi EP UMM. Sementara juara 3 mendapatkan sertif peserta, sertif juara, vandel, uang pembinaan Rp. 1.500.000, dan golden tiket prodi EP UMM. Rafi menambahkan pendaftaran lomba bebas biaya, bagi peserta yang lolos tahap proposal mendapatkan Rp.  150k ribu per tim. Link Pendaftaran: https://bit.ly/PendaftaranEBPC2024, Link Guide Book EBPC 2024 : https://drive.google.com/drive/folders/1KgAQPPS3Dmj7s1kcvFIpLerk001GkF0q?usp=drive_link, Contact Person – 0857-3319-0870 Tsalis Tsatul Aulia dan 0819-3448-9771 Nisrina Afkhrida.

Usai Prestasi Nasional Pojok Statistik UMM Jujukan Studi Banding BPS Se Jatim

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Penghargaan nasional yang diterima Pojok Statistik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) beberapa waktu lalu menarik perhatian 21 Badan Pusat Statistik (BPS) di Jawa Timur   untuk melaksanakan studi banding. Hal ini dijelaskan PIC Humas Prodi Ekonomi Pembangunan UMM, Muhammad Firmansyah, ME, berdasarkan surat BPS Kota Batu B-278/35790/HM.310/2024, tentang kegiatan Studi Tiru Pojok Statistik (UMM) dan Desa Cantik (Pemkot Batu). Hadir dalam kegiatan ini dua nara sumber yakni Kabid PPMSBP Bappelitbangda Kota Batu,  Andri Wijaya, S.Sos,  dan Kepala Laboratorium (Kalab) EP UMM, Hendra Kusuma, SE, M.SE. Saat paparan materi Kabid PPMSBP Bappelitbangda Kota Batu,  Andri Wijaya, S.Sos,  menjelaskan kepada peserta studi banding tentang bagaimana membangun data dari desa, membangun  desa dengan data.  Ada tantangan dan peluang yang dihadapi dalam hal ini. Seperti  data administratif tidak terkelola dengan baik, perangkat desa/kelurahan memiliki loadpekerjaan tinggi, belum ada sentralisasi pengelolaan data, desa masih menjadi objek, tanpa ada pendampingan intensif dari instansi di atasnya. Sedangkan peluangnya, kualitas SDM desa/kelurahan relatif baik/tinggi, data di level desa/kelurahan lebih mudah untuk divalidasi karena pengetahuan perangkat desa/kelurahan tentang warga/kondisi wilayahnya cukup baik, adanya ketersediaan anggaran bisa dikelola desa (pembentukan pokja, peningkatan kapasitas aparatur desa dll), infrastruktur di desa/kelurahan sudah memadai. Atas inilah akhirnya Pemkot Batu melaksanakan kolaborasi dengan BPS Kota Batu dan Perguruan Tinggi (UMM) membangun satu data Kota Batu. Kolaborasi ini menghasilkan Desa Cantik Pojok Statistik   membuktikan bahwa desa/kelurahan mampu menghasilkan data berkualitas. Data sektoral berbasis desa/kelurahan dapat menjadi sumber akurat pengambilan kebijakan pemerintah kabupaten/kota. Sementara itu, Kepala Laboratorium (Kalab) EP UMM, Hendra Kusuma, SE, M.SE, menjelaskan monitoring dan evaluasi pojok statistic UMM. Dimana materi yang disampaikan diantaranya identifikasi prioritas potensi dan permasalahan  desa/kelurahan, sistematika penyusunan laporan, kelayakan investasi desa,  serta diseminasi desa yang ada di Kota Batu. Sekedar diketahui, studi banding ini di ikuti BPS Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Jombang, Madiun, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Gresik, Kediri, Blitar, Pasuruan, Mojokerto, dan Madiun.            

Welly Alumni EP UMM Sukses Kelola Restaurant di Kuwait

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Welly Rida Kartika, SE, merupakan salah satu profil alumni inspiratif dari prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah  Malang (EP UMM). Kenapa? Welly dengan bekal ilmu yang dipelajari saat kuliah sukses mengelola restaurant keluarga di negara Kuwait. Kisah Welly tersebut dimulai sejak lulus kuliah EP UMM tahun 2016 langsung terbang ke Kuwait mengelola restaurant keluarga bernama Selera Kita Restaurant Kuwait. Menariknya Welly selain mengelola restaurant keluarga juga sebagai barista di salah satu coffeshop di Kuwait. Menurut Welly selama mengelola restaurant keluarga di Kuwait ini dirinya mengimplementasijan tiga mata kuliah EP UMM yang sangat related untuk bisnis atau wirausaha. Yakni mata kuliah ekonomi makro-mikro, akuntansi, dan manajemen. Tiga mata kuliah ini tentu saja menjadi cara agar restaurant yang dikelolanya berkembang dari sisi keuangan maupun pertumbuhan usaha. Selain mata kuliah yang related dengan kondisi global, Welly menyebutkan dosen EP UMM sangat kompeten dalam mengajar dan ahli di bidangnya masing-masing sesuai kepakaran yang dimilikinya. Sehingga materi yang disampaikan pada mahasiswa komunikatif, efektif, motivatif dan praktis. Keunggulan para dosen ini, lanjut Welly diperkuat dengan fasilitas yang lengkap dan up to date (mengikuti perkembangan dunia pendidikan global). Sehingga mahasiswa ketika praktikum dapat aplikatif, dan link dengan program Center of Excellent (CoE) yang dilakukan Prodi EP UMM bersama mitra institusi maupun industri di luar prodi.