TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Penghargaan nasional yang diterima Pojok Statistik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) beberapa waktu lalu menarik perhatian 21 Badan Pusat Statistik (BPS) di Jawa Timur   untuk melaksanakan studi banding. Hal ini dijelaskan PIC Humas Prodi Ekonomi Pembangunan UMM, Muhammad Firmansyah, ME, berdasarkan surat BPS Kota Batu B-278/35790/HM.310/2024, tentang kegiatan Studi Tiru Pojok Statistik (UMM) dan Desa Cantik (Pemkot Batu).

Sambutan oleh Sekprodi EP UMM Setyo Wahyu Sulistyono, SE, ME.

Hadir dalam kegiatan ini dua nara sumber yakni Kabid PPMSBP Bappelitbangda Kota Batu,  Andri Wijaya, S.Sos,  dan Kepala Laboratorium (Kalab) EP UMM, Hendra Kusuma, SE, M.SE.

Saat paparan materi Kabid PPMSBP Bappelitbangda Kota Batu,  Andri Wijaya, S.Sos,  menjelaskan kepada peserta studi banding tentang bagaimana membangun data dari desa, membangun  desa dengan data.  Ada tantangan dan peluang yang dihadapi dalam hal ini. Seperti  data administratif tidak terkelola dengan baik, perangkat desa/kelurahan memiliki loadpekerjaan tinggi, belum ada sentralisasi pengelolaan data, desa masih menjadi objek, tanpa ada pendampingan intensif dari instansi di atasnya.

Suasana pemaparan materi dalam studi banding BPS se Jatim.

Sedangkan peluangnya, kualitas SDM desa/kelurahan relatif baik/tinggi, data di level desa/kelurahan lebih mudah untuk divalidasi karena pengetahuan perangkat desa/kelurahan tentang warga/kondisi wilayahnya cukup baik, adanya ketersediaan anggaran bisa dikelola desa (pembentukan pokja, peningkatan kapasitas aparatur desa dll), infrastruktur di desa/kelurahan sudah memadai. Atas inilah akhirnya Pemkot Batu melaksanakan kolaborasi dengan BPS Kota Batu dan Perguruan Tinggi (UMM) membangun satu data Kota Batu.

Kolaborasi ini menghasilkan Desa Cantik Pojok Statistik   membuktikan bahwa desa/kelurahan mampu menghasilkan data berkualitas. Data sektoral berbasis desa/kelurahan dapat menjadi sumber akurat pengambilan kebijakan pemerintah kabupaten/kota.

Kalab EP UMM, Hendra Kusuma, SE, M.SE, ketika menyampaikan materi.

Sementara itu, Kepala Laboratorium (Kalab) EP UMM, Hendra Kusuma, SE, M.SE, menjelaskan monitoring dan evaluasi pojok statistic UMM. Dimana materi yang disampaikan diantaranya identifikasi prioritas potensi dan permasalahan  desa/kelurahan, sistematika penyusunan laporan, kelayakan investasi desa,  serta diseminasi desa yang ada di Kota Batu.

Sekedar diketahui, studi banding ini di ikuti BPS Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Jombang, Madiun, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Gresik, Kediri, Blitar, Pasuruan, Mojokerto, dan Madiun.